Pelantikan Ormawa UIN Bukittinggi Diwarnai Penundaan dan Skema Baru: 47 Organisasi Akhirnya Dilantik

LPM Al-Itqan – Organisasi mahasiswa selingkup UIN Bukittinggi melaksanakan pengambilan sumpah jabatan. Pelantikan dihadiri oleh rektor UIN Bukittinggi, rentetan dekan dan civitas akademika terkait di gedung Studen center. Jumat (9/1/2026).

Pelantikan organisasi mahasiswa (Ormawa) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun ini bukan sekadar seremoni rutin. Di balik peresmiannya, muncul dinamika penundaan, penyesuaian birokrasi, dan penerapan skema baru.

Tahun ini diterapkan skema baru yang mengubah pola pelantikan selama ini, yang mana kampus melimpahkan kewenangan pelantikan fakultas langsung kepada dekan, sebagai bentuk distribusi tanggung jawab.

Sebanyak 47 ormawa yang di lantik dalam kesempatan ini, terdiri dari 12 organisasi tingkat universitas, meliputi Dema U, Sema U, UKK dan UKM, sementara 35 organisasi di tingkat fakultas.

Namun, rangkaian pelantikan tidak berjalan mulus. Agenda yang semula dijadwalkan pada 2 Januari 2026 berulang kali diundur, hingga baru terlaksana satu minggu kemudian. Banyak pengurus ormawa harus menyesuaikan ulang jadwal mereka, sebagian bahkan sudah kembali ke daerah masing-masing.

Ketua Ulumul Qur’an, Rendi Nugraha, menjadi salah satu yang mersakan dampak inkonsisten ini.

“Kami sebenarnya sangat senang dengan pelantikan ini. Hanya saja, prosesnya terasa kurang mengenakkan karena telah berkali-kali diundur, Akibatnya, hanya kami bertiga yang bisa hadir.” Ungkapnya

Penundaan tersebut memunculkan pertanyaan soal kesiapan administrasi dan koordinasi internal kampus. Wakil Rektor III, Dr. Edi Rosman, menyebutkan hambatan utama berada pada keterlambatan penyerahan SK kepengurusan ormawa meski tenggat telah diperpanjang, serta benturan agenda Rektor yang sedang berada di luar kota.

“Kita kasih waktu sampai tanggal 29, bahkan sampai detik² terakhir ini , hari senin kemaren yang belum juga diserahkan itu” Jelasnya

“Di sisi lain, kami sangat menginginkan pelantikan dilakukan langsung oleh Buk Rektor. Karena agenda beliau yang sangat padat dan baru kembali dari Jakarta, perlu adanya penyesuaian jadwal. Hal ini sempat menjadi insiden kecil karena banyak mahasiswa yang telah datang dari kampung. Namun, kami apresiasi bahwa akhirnya, di sela kesibukan yang luar biasa, buk Rektor tetap menyempatkan diri melantik dan menyaksikan dari awal acara. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua” tambahnya.

Skema pelantikan baru dinilai mencerminkan upaya kampus untuk mendistribusikan otoritas, namun penundaan agenda menunjukkan bahwa birokrasi internal masih membutuhkan penyelarasan.

Wakil Rektor III menutup dengan pesan agar pelantikan tidak berhenti pada seremonial, tetapi dibarengi dengan program nyata untuk mahasiswa.

Penulis: Putri Diana

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top