Sejarah Baru! Presiden Mahasiswa Perempuan Pertama Usung Kepemimpinan Horizontal dan Inklusif

LPM AL-Itqan – Sejarah baru saja tercipta di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dalam momen pelantikan pengurus ormawa selingkup UIN Bukittinggi. Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) sebagai lembaga eksekutif tertinggi pun turut dilantik, terpilihnya Keni Savina sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) perempuan pertama membawa angin segar bagi arah gerak organisasi kemahasiswaan di kampus tersebut.

Dalam sambutan perdana pasca pelantikan, Presma terpilih menegaskan komitmennya untuk merombak gaya kepemimpinan konvensional menuju sistem yang lebih partisipatif dan inklusif. Keni Savina selaku Presma terpilih dalam wawancara secara daring menyampaikan berbagai inovasi dalam kinerja DEMA U. Menurutnya sistem ini akan lebih mengontrol dan menjaga keberlangsungan DEMA Universitas sebagai representasi dari seluruh mahasiswa di UIN tersebut.

Membangun Kemitraan, Bukan Bawahan

Mengusung filosofi kepemimpinan horizontal, ia menekankan bahwa setiap pengurus DEMA U bukan sekadar bawahan, melainkan mitra aktif dalam menjalankan roda organisasi.

“Kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang memberdayakan orang lain untuk juga menjadi pemimpin,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia memperkenalkan konsep Kontrak Sosial bagi setiap pengurus. Konsep ini menuntut tanggung jawab nyata dan peran yang jelas, didukung dengan ruang kritik serta evaluasi berkala agar setiap anggota merasa memiliki dampak langsung bagi kampus.

Inovasi untuk Seluruh Mahasiswa (Bukan Hanya Aktivis)

DEMA U periode ini bertekad menghapus sekat antara aktivis organisasi dengan mahasiswa umum. Dengan jargon “Apa yang bisa kita lakukan untuk kampus kita?”, program kerja akan difokuskan pada isu-isu krusial yang menyentuh keseharian mahasiswa, seperti:

  • Peningkatan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan mahasiswa;
  • Perhatian khusus pada isu kesehatan mental;
  • Persiapan memasuki dunia kerja.

“Kami ingin menciptakan ruang di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik mahasiswa berprestasi maupun mereka yang dijuluki “mahasiswa kupu-kupu”, dapat berpartisipasi dalam pengembangan intelektual tanpa harus menjadi aktivis formal,” tambahnya.

Signature Program: “Democracy in Action”

Sebagai bentuk warisan jangka panjang, DEMA U akan meluncurkan program unggulan yang berfokus pada penguatan sistem dan kultur organisasi. Beberapa agenda utama yang disiapkan antara lain:

  • Pelatihan Kepemimpinan & Workshop Pengelolaan Organisasi: Memberikan Bekal Teknis Bagi Pengurus Ormawa;
  • Forum Bulanan & Kolaborasi Sumber Daya: Menciptakan Ekosistem Berbagi Antar Organisasi;
  • Democracy In Action: Ruang Diskusi Terbuka dan Transparan Untuk Menampung Umpan Balik Mahasiswa;
  • Festival Minat Bakat & Pentas Seni Edukatif: Wadah Ekspresi Mahasiswa Yang Menggabungkan Hiburan dengan Materi Edukasi dari Pakar.

Menuju Karakter Berintegritas

Visi ini selaras dengan misi besar DEMA U untuk membangun karakter mahasiswa yang religius, berbudaya, dan berintegritas. Dengan tradisi baru di mana “Perbedaan pendapat dilihat sebagai kekayaan, bukan ancaman,” kepengurusan kali ini optimis dapat mencetak generasi yang kompetitif baik di lingkup kampus maupun masyarakat.

“Ini bukan sekadar event sesaat, melainkan pembangunan DNA organisasi yang akan bertahan melampaui periode kepengurusan kami,” tutup Keni.

Penulis: Muhammad Razi Rahman

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top