Ruang Kritis Mahasiswa, Bahas Gerakan Kiri dan Revolusi

LPM Al-Itqan – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bukittinggi menggelar diskusi publik dengan tema “Gerakan Kiri dan Revolusi.” Kegiatan yang bersifat inklusif atau umum ini dilaksanakan di pelataran gedung England UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi. Kegiatan dimulai sekitar jam 16.29 WIB sampai 18.00 WIB pada Selasa 4/11/2025.

Ketua Komisariat GMNI UIN Bukittinggi mengatakan tujuan dari kegiatan ini. “Tujuannya untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa UIN dan kami dari GMNI ini merupakan kegiatan bulanan untuk melaksanakan diskusi.” Ucap Muklas Hermadi Saputra.

“Untuk ke depannya mungkin bagi GMNI akan ada diskusi lanjutan.” Tambah Muklas.

Selain itu, Habibur Rahman seorang Pegiat Sejarah Tan Malaka sebagai pemantik dalam kegiatan ini, menjelaskan tentang tokoh-tokoh kiri yang ada di Indonesia waktu dulu. Dialektika berjalan dengan munculnya satu pertanyaan dari pemantik yakni “Apa itu kiri?” Pertanyaan ditanggapi dengan berbagai jawaban yang diberikan oleh mahasiswa yang hadir di kegiatan ini. Pada intinya kiri itu adalah “Empati dan simpati.” Ucap Habib.

Diskusi yang dimoderatori oleh Senja Mola Hajaratu Nun ini berjalan dengan hangat. Dalam diskusi, Habib lebih menekankan bahwa tujuan pendidikan ialah mengabdi kepada masyarakat banyak, yaitu menumbuhkan rasa simpati dan empati. “Sekarang yang banyak saya lihat mahasiswa itu telah kehilangan empati dan simpati” ujar Habib. “Dan pandangan saya ini secara subjektif” tambahnya.

Diskusi berjalan dengan lancar mulai dari awal hingga ahkir penutupan. Dialektika antara mahasiswa dengan pemantik pun juga terbangun cukup baik. Habib juga menjelaskan tentang perjalanan hidup Tan Malaka mulai dari keluarga, pendidikan, sampai pasangannya yakni Syariafah Nawawi.

“Gerakan kiri ini muncul karna Nirempati,” tutup Habib di ahkir diskusi.

Salah satu mahasiswa yang hadir dalam diskusi ini juga mengatakan, “Diskusi ini membuka wawasan mahasiswa, memberi pelajaran baru mengenai gerakan kiri dan disini diharapkan dapat membuka cakrawala baru bagi komisariat itu sendiri dan agar dengan adanya diskusi ini kita bisa sadar dan tahu akan pergerakan kiri dan tokoh-tokoh seperti Tan Malaka.” Ungkap Fatan Devrizal.

Harapan kedepannya diskusi-diskusi seperti ini lebih sering lagi diadakan di lingkungan mahasiswa kampus UIN Bukittinggi sebagai ajang bagi mahasiswa dalam membuka cakrawala baru secara kolektif.

Penulis: M Zidan Pratama

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *