Keluhkan Keterlambatan Pembagian Almamater, Sejumlah Mahasiswa Tuai Kritik Kontra

LPM Al-Itqan – Rabu, 5/11/2025 -Sejumlah mahasiswa angkatan 2024 mengeluhkan keterlambatan penerimaan jaket almamater yang seharusnya sudah diterima. Khususnya mahasiswa gelombang pertama yang telah melakukan pengukuran sejak semester satu.

Pengukuran almamater dilakukan dalam dua tahap. Untuk gelombang pertama dilaksanakan pada bulan November 2024, sedangkan gelombang kedua pada Maret 2025, setelah pembagian almamater gelombang pertama. Namun, sebagian dari gelombang pertama hingga kini masih belum mendapatkannya.

Dinda Avrilia, salah satu mahasiswi Pendidikan Matematika, mengaku sangat kecewa.

“Tentunya saya sangat kecewa karena saya gelombang pertama yang mengukur, nomor urut pertama juga, dan sudah membayar, tapi sampai sekarang belum juga dapat,” ungkapnya.

“Kami yang belum dapat gelombang satu dijanjikan setelah libur lebaran, setelah libur semester, bulan September, pertengahan Oktober dan sekarang mereka janji di bulan November. Kami capek dijanjikan terus, kami juga capek meminjam almamater teman. Padahal kami udah bayar di awal, dimana letak keadilannya” ungkap Icha salah satu mahasiswa FTIK.

Aisyah Putri, mahasiswa gelombang pertama lainnya, juga menyampaikan hal serupa.

“Sebaiknya pihak konveksi lebih teliti lagi dalam mendata dan memeriksa. Tidak mungkin satu jurusan hanya beberapa orang yang buat. Sebelum dibagikan, sebaiknya konveksi mengonfirmasi kembali ke masing-masing jurusan berapa orang yang sudah melakukan transaksi dan pengukuran” jelasnya.

Ketidakjelasan informasi serta ketidaktepatan janji yang diberikan membuat sebagian mahasiswa terpancing emosi dan melayangkan komplain.

Hazimah, gelombang dua dari mahasiswi jurusan Bimbingan dan Konseling, juga mengungkapkan keprihatinannya.

“Saya merasa prihatin. Saya sudah bayar dan sangat membutuhkan almamater tersebut untuk praktik,” ujarnya.

“Disuruh sabar sama orang vendor, tapi gimana mau sabar? Waktu itu dijanjikan pertengahan Oktober, lalu diundur lagi ke November. Gimana kami nggak komplain, apalagi sekarang grup WhatsApp-nya ditutup” sambung Hazimah.

Mahasiswa lain dari Prodi Ekonomi Islam menambahkan,

“Kalau janji tolong ditepati. Kalau memang dibilang dibagikan bulan Oktober, ya seharusnya Oktober itu dibagikan. Jadi nggak ada emosi kami di grup. Sampai sekarang belum juga dapat, padahal gelombang pertama pun masih ada yang belum menerima,” ujarnya.

Penulis: Putri Diana

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *