Quarter Life Crisis Itu Nyata, Kenali Tanda-Tandanya

Pernahkah anda merasa terjebak dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan impian? Atau merasa kehilangan arah dan tujuan hidup? Jika pernah atau sedang mengalaminya, kemungkinan besar anda sedang berada di masa Quarter Life Crisis atau Krisis Seperempat Baya.

Masa Quarter Life Crisis harus dihadapi dengan bijak agar tidak berlarut hingga menyebabkan anda mengalami kesulitan untuk melanjutkan hidup. Namun perlu diingat, anda tidak sendirian dan masa tersebut normal dialami oleh hampir semua orang ketika masuk ke fase dewasa awal saat usia 20-an hingga 30-an. Untuk lebih memahami tentang apa aitu Quarter Life Crisis, tanda-tanda, penyebab, fase-fase, dan cara mengatasinya, simak penjelasan berikut.

Pengertian Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis atau Krisis Seperempat Baya merupakan masa-masa ketika seseorang merasa stres, bingung, ragu, kehilangan arah dan tujuan hidup. Disebut sebagai krisis seperempat baya atau disebut juga krisis seperempat abad didasarkan pada asumsi bahwa usia manusia yang mencapai 100 tahun, jadi seperempat disini merujuk pada usia 25-an. Namun, nyatanya krisis ini juga dialami oleh individu ketika masuk pada fase dewasa awal usia 20-an hingga usia dewasa 30-an.

Menurut Robbins dan Winner (2001) Quarter Life Crisis merupakan suatu keadaan yang dialami oleh individu pada usia dewasa awal dengan penggambaran keadaan yang tidak stabil, khawatir, bahkan merasa putus asa dalam diri. R. D. Asti (2024) juga mengemukakan bahwa quarter life crisis adalah suatu periode ketika seseorang merasakan krisis emosional pada saat harus membuat pilihan mengenai pekerjaan, tujuan hidup, keuangan, asmara, dan hubungan dengan orang lain. Ketika mengalami masa tersebut anda akan mulai mempertanyakan diri sendiri tanpa henti, merasa kehilangan identitas, ataupun mempertanyakan karir anda.

Tanda-Tanda Quarter Life Crisis

Kadang sebagian orang tidak sadar bahwa ia sedang berada di masa Quarter Life Crisis, untuk itu penting sekali mengenali tanda-tandanya sedini mungkin agar bisa diatasi. Berikut beberapa tanda-tanda anda sedang mengalami Quarter Life Crisis:

  1. Bingung mengenai apa yang harus dilakukan dalam hidup dan apa tujuan hidup yang seebenarnya;
  2. Mengalami kesulitan dalam membuat keputusan dan merasa lumpuh saat dihadapkan pada pilihan;
  3. Merasa kurang motivasi untuk melakukan apapun. Anda juga bisa merasakan kelelahan dan lebih suka tidak melakukan apa-apa kecuali tidur atau rebahan;
  4. Merasa ragu antara memilih kehidupan penuh petualangan (bepergian ke tempat asing, mencoba hal-hal baru, berteman dengan sebanyak-banyaknya orang) atau kehidupan yang mapan (memiliki keluarga, pekerjaan tetap, rumah, dan mobil);
  5. Khawatir teman-teman ketika mengetahui bahwa anda ternyata “bukan siapa-siapa” atau “belum jadi apa-apa”;
  6. Merasa tidak bahagia walaupun sudah punya segalanya;
  7. Merasa takut memulai sesuatu karena takut gagal.

Apabila anda merasa memiliki salah satu atau beberapa dari tanda-tanda di atas, kemungkinan besar anda berada di masa Quarter Life Crisis, dan tenang, anda tidak perlu cemas, ingatlah bahwa anda tidak sendirian. Sebagian orang di dunia yang memasuki usia dewasa awal sekitar 20-an hingga awal 30-an sedang menghadapi tantangan yang sama.

Penyebab Quarter Life Crisis

Penyebab Quarter Life Crisis secara umum sebagai berikut:

  1. Tekanan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, ataupun perencanaan karir yang membingungkan;
  2. Hidup terpisah dari orang tua untuk pertama kalinya (kuliah atau merantau untuk bekerja);
  3. Memulai hubungan cinta yang serius atau hubungan sosial yang baru;
  4.  Membuat keputusan pribadi atau profesional jangka panjang;
  5.  Mengalami perubahan-perubahan besar atau merasakan kekurangan dalam hidup.

Hal di atas umumnya menjadi pendorong utama yang membuat seseorang merasa terjebak dalam beberapa bentuk komitmen, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Fase-Fase Quarter Life Crisis

Beberapa fase dalam quarter life crisis yang perlu diketahui sebagai berikut:

Fase 1: Anda merasa terjebak dalam sebuah situasi entah itu pekerjaan, hubungan, atau hal lainnya;

Fase 2: Anda berharap akan muncul sebuah perubahan dalam hidup;

Fase 3: Anda mulai membangun kembali hidup yang baru;

Fase 4: Anda mengukuhkan komitmen anda terkait aspirasi, motivasi, dan tujuan.

    Dengan mengetahui empat fase di atas, anda bisa lebih mempersiapkan diri untuk melewati setiap fase dengan baik sampai berhasil keluar dari masa quarter life crisis tersebut.

    Cara Mengatasi Quarter Life Crisis

    Quarter Life Crisis ini adalah hal yang normal, namun harus diatasi secepat mungkin agar tidak berlarut dan memberikan dampak buruk seperti kecemasan berlebihan, serangan panik, depresi dan lainnya. Berikut beberapa cara mengatasi quarter life crisis:

    1. Tanamkan dalam diri bahwa masa quarter life crisis ini normal, tidak ada yang salah dengan perasaan anda;
    2. Luangkan waktu untuk berpikir. Berikan kesempatan untuk diri anda memikirkan hal-hal yang menganggu hingga mengatasinya. Anda bisa membuat daftar, membuat perencanaan keuangan, kalender, pengingat dan lainnya yang sekiranya bisa membantu anda berpikir dan membuat keputusan;
    3. Temukan cara untuk meredakan kesepian. Carilah orang-orang yang benar-benar peduli dan tulus yang bisa membuat anda nyaman. Jika perlu, anda bisa menemui konselor atau terapis profesional agar bisa mendapatkan perspektif baru mengenai situasi, hubungan dan tujuan hidup anda saat ini;
    4. Komunikasikan pikiran dan tujuan anda. Misal, anda mau menikah dengan seseorang, sebelum itu anda harus berkomunikasi dulu apakah tujuan anda sejalan atau tidak agar kehidupan setelah pernikahan tersebut bisa berjalan dengan baik. Karena itu, tetapkan tujuan di setiap ingin memulai suatu hubungan, baik hubungan kerja, organisasi, dan lainnya;
    5. Ingatkan diri sendiri, bahwa gelar atau pekerjaan tidak mendefinisikan siapa diri anda. Banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan gelar yang ia miliki. Ada juga orang yang merasa terjebak, pekerjaannya tidak sesuai ekspektasinya yang membuat kecewa. Karena itu, tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan atau mengejar hal yang tidak anda sukai. Beri kesempatan untuk diri anda melihat pilihan karir dan mendefinisikan ulang diri anda;
    6. Jangan takut akan perubahan. Ingat, perubahan adalah hal yang sangat dibutuhkan, karena perubahan adalah salah satu cara meningkatkan untuk kualitas hidup;
    7. Jadilah penentu. Setelah anda sadar akan pentingnya perubahan, selanjutnya temukan kekuatan dan dukungan dalam mengambil keputusan. Jika anda terus terjebak dengan kalimat “saya tahu saya harus melakukan ini, tetapi saya tidak tahu caranya” maka anda tidak akan pernah membuat keputusan penting yang dibutuhkan untuk menggerakkan hidup anda ke arah yang lebih positif.

    Beberapa cara di atas bisa sedikit demi sedikit membawa anda keluar dari masa quarter life crisis. Ingat, yang paling penting adalah terus tanamkan hal-hal positif pada diri anda, dan saat anda berhasil mengatasi masa ini, yakinlah kehidupan anda akan jauh lebih baik dan lebih mudah menghadapi masa kehidupan berikutnya.

    Loading

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *