KPU UIN Bukittinggi Wadahi Kegiatan Debat Antar Paslon DEMA U

LPM Al-Itqan – Komisi Pemilihan Umum (KPU), UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi mewadahi kegiatan debat bagi pasangan calon formatur Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U). Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Student Center area kampus UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi jam 13.30 WIB pada (Rabu/26/11/2025).

Awal kegiatan ini sudah dibuka oleh SEMA U pada pukul 13.30 WIB, karena melihat massa yang belum banyak hadir dan cuacanya sedang hujan, sehingga kegiatan ditunda sampai sekitar pukul 15.00 WIB. KPU mengundang seluruh pimpinan kampus, dan yang berkesempatan hadir yakni; Wakil Rektor III Edi Rosman, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Nurlizam, Wakil Dekan III Fakultas Syariah Bustamar. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 mahasiswa, terkhusus mahasiswa UIN Bukittinggi.

Pada kesempatan debat ini dihadiri oleh ke-4 paslon fomatur Dema U diantaranya: No 1. Qaidun Nazhif Asy-Syauqi (Capres) dan M. Raihan Sadira (Cawapres). No.2 Keni Savina (Capres) dan Annita Wahyuni (Cawapres).
No.3 Randa Kumia Rismana (Capres) dan Rifaldo (Cawapres). No.4 Muhammad Fatih Ahtady (Capres) dan Ramadiansyah (Cawapres).

Rangkaian kegiatan debat yaitunya sesi pertama membaca Al-Qur’an oleh calon formatur, memperkenalkan diri, dan menyampaikan visi misi setiap paslon. Sesi kedua dilanjutkan dengan tanya jawab dari panelis yang terdiri dari pimpinan yaitu Wakil Rektor III, Wakil Dekan III FUAD, dan Wakil Dekan III Syariah. Pertanyaan diajukan mulai dari paslon no. 1 sampai paslon no 4.

Sesi ketiga, pertanyaannya antar paslon, setiap paslon melontarkan pertanyaan kepada paslon lain. Sesi keempat, pertanyaan dari audiens yaitu mahasiswa UIN Bukittinggi kepada paslon. Ada dua pertanyaan dari audiens yang diajukan kepada paslon. Lalu sesi terakhir, yaitu closing statement para paslon.

Ketua KPU menilai debat kali ini berjalan dengan lancar, “Berjalan kondisif dari pada debat sebelumnya, karna debat para paslon mampu mengkontrol emosinya”. Ujar Amirul Haq.

Ketum SEMA U berharap kedepannya dapat merealisasikan apa yang telah disampaikan, “Bukan hanya janji manis yang ditawarkan kepada mahasiswa, tetapi memang, apa yang telah diucapkan hari, apa yang telah disampaikan hari ini itu bentuk dari komitmennya, itu bentuk dari program kerja ke depan itu memang harus dilaksanakanmya, karna banyak pada tahun-tahun sebelumnya, itu ketika melaksanakan debat, itu hanya janji-janji palsu tidak ada dampak nyata yang diberikan oleh paslon, semoga kedepannya bukan hanya janji-janji yang diberikan tapi memang ada berdampak nyata DEMA U untuk periode 2026.” Tegas Rafli Saputra.

Penulis: M Zidan Pratama

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *