Dialog Kebangsaan: Hasril Chanigo Tegaskan Minangkabau Sangat Pancasilais

Sumber foto: Instagram Hasril Chaniago

LPM Al-Itqan – Dialog Kebangsaan dalam rangka Sumpah Pemuda telah sukses dilaksanakan di Warung DKI Museum Perjuangan, Bukittinggi dengan mengusung tema “Saraseha Pemuda: Mengaktualisasikan Spirit Sumpah Pemuda di Era Digital,” Dialog ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten, salah satu yang diundang yakni Hasril Chanigo selaku budayawan dan wartawan senior dari Sumatera Barat.(26/10/2025).

Hasril dalam kesempatannya sebagai Guest Speaker menyampaikan bagaimana ketokohan Muhammad Yamin dalam Sumpah Pemuda dan Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menegaskan posisi penting Minangkabau dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Wartawan kelahiran Lima Puluh Kota ini menjelaskan Sumpah Pemuda lahir dari proses yang sangat alot, tanpa ada ego untuk mendominasi antar bahasa yang ada. Salah satu pembahasan yang cukup menarik adalah pembahasan bahasa persatuan, ia menjelaskan pada awalnya Muhammad Yamin mengusulkan bahasa persatuan adalah bahasa Melayu, hanya saja belum mendapatkan persetujuan dari seluruh pemuda. Kemudian pada kongres pemuda ke-dua, Muhammad Yamin kembali mengusulkan saran yang berbeda, dengan mempertimbangkan kesatuan dan keseimbangan bunyi dalam sumpah pemuda dan tentunya tidak lepas dari tujuan politik dan persatuan, Tidak fokus pada satu etnis saja.

“Jadi usulan Yamin yang pertama itu adalah bahasa Melayu, itu diceritakan oleh Tabrani kemudian dikutip di dalam Harimurti Kridalaksana, asal mula Bahasa Indonesia” jelasnya.

Hasril juga menekankan kehebatan, ketulusan serta tekad yang sama dari seluruh pemuda untuk bersatu, juga dialog yang panjang sehingga melahirkan butir-butir Sumpah Pemuda. Sehingga ia kembali menegaskan agar pemuda sekarang jangan hanya mementingkan emosi belaka. “Jadi kalau anak-anak muda sekarang kalau mau hasil pemikiran, hasil rumusan kita itu, kita harus melakukan kajian-kajian mendalam, jangan asal-asal comot saja.” tegasnya.

Beliau juga menegaskan bagaimana peran para pemuda sehingga lahir suatu negara yang mukjizat, beliau mengambil contoh wilayah jazirah Arab yang satu sekarang terpecah jadi banyak negara.

“Anak-anak muda inilah yang melahirkan Indonesia ini menjadi negara mukjizat, kita punya negara persatuan, punya bangsa persatuan dan dari 17000 an lebih pulau kita Indonesia.”

Tidak berhenti di situ, Hasril juga menegaskan peran penting serta kontribusi Minangkabau terhadap berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia, ia menolak secara tegas anggapan orang-orang yang menyatakan Minangkabau yang memecah belah, bahkan ada yang menyatakan Minangkabau tidak Pancasilais, “Saya katakan yang menciptakan Pancasila itu, yang merumuskan adalah kami, tidak mungkin kami tidak pancasilais,” tegasnya, yang juga penulis buku 101 Orang Minang di Pentas Sejarah.

Di akhir sesinya ia menyampaikan harapan dan juga menekankan posisi anak muda saat ini dalam menjaga kekokohan bangsa ini, “Yang mempersatukan Indonesia ini adalah kamu anak-anak muda, karena itu anak-anak muda akan tetap mempertahankan persatuan itu.” tutupnya.

Penulis: Elgi Kurniawan

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *