
LPM Al-Itqan – Kampus Balerong menggelar diskusi dengan topik “Tunduk Tertindas Atau Bangkit Melawan.” Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari kampus UIN yang ada di Bukittinggi. Kegiatan yang dimulai sekitar jam 17.15 WIB ini dilaksanakan di warung kopi Balerong Space pada Senin (27/10/2025).
Kegiatan ini dibawa langsung oleh 2 pemantik dari mahasiswa UIN Bukittinggi yakni Aldo Matondang sebagai pemantik pertama dan Mhd. Fatih Ahtady sebagai pemantik kedua serta dimoderatori oleh M. Frysi Maulana Afdhalal Fadli.
Aldo Matondang sebagai pemantik pertama menegaskan tujuan dari kegiatan ini yakni “Tujuan dari kegiatan ialah pertama untuk membangkitkan semangat kawan-kawan agar tidak tunduk terhadap segala hal, karna itu bentuk pembungkaman ataupun penindasan tambah kita sebagai mahasiswa saat ini mendapat fenomena lebih suka diam padahal mereka tahu kalau itu adalah sebuah penindasan tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk melawan karna belum mengenal siapa lawannya, sehingga kita adakan kegiatan ini untuk tahu siapa lawan kita.” Ujar Aldo terkait tujuan dari kegiatan ini.
Aldo juga menambahkan untuk kedepannya, “Tentu ini tidak jadi langkah pertama kita, akan ada langkah-langkah selanjutnya yaitu bersifat diskusi ataupun kegiatan, nanti kita akan berkonsultasi kepada kawan-kawan yang ada di dalam diskusi ini, kita akan bersepakat kapan dan dalam rangka apa kita adakan kegiatan-kegiatan yang membangun kesadaran mahasiswa, sehingga kita mendapatkan gerakan-gerakan yang kolektif dan jujur dari perjuangan-perjuangan dari mahasiswa itu sendiri.” Tambah Aldo terkait harapan kegiatan ini kedepannya.
Terdapat banyak poin yang ada pada kegiatan ini. “Poin besarnya yakni membahas sebenarnya lawan kita ini siapa,” Tambah Aldo
Seterusnya Aldo juga menekankan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Soo Hok Gie “Lebih baik diasingkan daripada menyerah dengan kemunafikan, tunduk tertindas atau bangkit melawan, sebab mundur adalah penghianatan”.
Sejalan dengan hal tersebut pemantik kedua juga mengatakan “Mencoba cara yang berbeda dari dewan eksekutif kampus, jadi tujuan awal adalah membangun kesadaran kawan-kawan, sebab di UIN ini fokusnya tidak tentu arah, banyak mengambil sikap terhadap sebuah keadaan, sebab menurut saya kawan-kawan mahasiswa adalah orang-orang yang berani melawan, jadi fokus membangun kesadaran kawan-kawan.” Ujar Mhd Fatih Ahtady.
“Mungkin mahasiswa sudah memiliki sikap apatis ketika mereka memasuki kampus dibuktikan ketika PBAK yang dikelola oleh kampus sehingga tidak memberikan kritis pada mahasiswa.” Tambahnya.
Di dalam diskusi, para mahasiswa juga menyinggung terkait mahasiswa penerima KIP yang diwajibkan asrama ketika beasiswa dicairkan.
Menurut Fatih “Ketika kawan-kawan mau memilih melawan, maka sejatinya kawan-kawan yang hadir disini siap untuk membersamai untuk melawan dari itu sendiri.” Tambahnya.
Kesimpulannya ialah “Dengan tema tunduk tertindas atau bangkit untuk melawan, bersuara itu dalam artian tidak sebuah kekerasan, perlawanan itu sebagaimana yang disampaikan oleh pemantik tadi yaitu dengan sajak-sajak, artikel-artikel dan ruang intelektual.” Tutup Afdal.
Penulis: M Zidan Pratama
![]()

