Berubah Karna Teman

Perkenalkan namaku Melsa umurku 17 tahun. Aku masih duduk di kelas 1 SMA. Pada awal masuk sekolah aku hanya memiliki 1 teman bernama Mina, dan karna aku orangnya nggak mau hanya sekolah dan pulang makanya aku mengikuti beberapa organisasi. Nah di saat aku aktif berorganisasi aku jadi memiliki banyak teman. Mengenai organisasi yang aku ikuti diantaranya, aku mengikuti organisasi bela diri, randai, tari dan bola basket. Aku paling sering ngumpul dengan teman-teman organisasi basket, karna menurutku disanalah aku menemukan rumah keduaku setelah aku tidak lagi memiliki tempat untuk berlindung selain dari keluargaku. Nah kebetulan di organisasi basket aku memiliki sepupu dari ayahku. Dia anak dari kakak ayahku dan dia juga merupakan orang yang selalu ada buat ku saat aku terpuruk, maupun aku bahagia dia selalu ada untukku. Namanya adalah Aris. Aku memiliki beberapa teman atau bisa disebut dengan sahabat yang sudah ku anggap kakak atau adik. Mereka bernama Dita, Dela, Anita, Anggi dan Hana.

Perlu kalian tau aku dulu adalah anak yang cuek, dingin, tak tersentuh oleh siapa pun, tetapi kalau aku udah merubah sifat ku saat sedang bersama orang yang aku percaya dan aku sayangi maka aku juga bisa bersikap manja, kekanak-kanakan dan bahkan aku juga bisa berkorban untuk kebahagian orang itu. Tetapi sayang saat aku masuk kelas 2 SMA semester terakhir. Saat itulah semuanya berubah yang membuat aku amat kecewa dengan mereka yang membuat aku kembali kepada setelan awalku lagi menjadi diriku yang cuek, dingin dan tak tersentuh lagi. Di saat datangnya seseorang baru pada tim kami. Awalnya memang kami tidak ada masalah apa-apa karna bagi kami setiap ada masalah, maka kami akan berunding untuk mencari solusi dari masalah kami ini. Tetapi setelah kehadirannya membuat kami sangat kacau dan keadaan berbalik yang membuatku sudah muak dengan semua ini.

Hari kamis waktu kami akan latihan

Mina: “Sa, Lo mau bareng gw pulangnya apa mau langsung ke tempat latihan aja?”

Melsa: “Kayaknya kalo gw pulang dulu nggak sempat deh na. Jadi, mending gw langsung ke ruang latihan aja.”

Mina: “Ok, Hati-hati ya! ingat sama asmanya. Kalo semisalnya nggak sanggup lagi berhenti aja nanti biar gw jemput lo untuk pulang.”

Melsa: “Siap bos! hehehe……. kamu juga hati-hati ya, takutnya nanti kamu nyunsep lagi gara-gara bales chat ayang. hahahahah”.

Melsa langsung berlari meninggalkan Mina sambil tertawa melihat wajah sahabatnya sudah kesal pada dirinya.

Mina: “Melsa awas aja lo nanti, gw samperin balik lo. Huhhhhh……… udahlah Na dia sahabat lo yang udah lo anggap adik lo, jangan marah-marah jadi tenangkan pikiran lo dulu. Lagian dia juga nggak akan dengar suara lo juga”.

Koridor menuju ruang ganti baju cewek dan cowok. Jangan salah paham ya karna ruang ganti itu tetap di buat khusus untuk gender yang sama kok karna ruang gantinya bersebelahan.

Melsa: Hahahaha aduh sakit perutku, untung aku langsung kabur. Kalo nggak bisa-bisa sampai lumutan aku diceramahin nantinya sama mak lampir itu.

Saat Melsa hendak membuka gagang pintu. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan kehadiran sepasang kekasih yang lagi ngobrol berdua disana.

Melsa: “Assalamualaikum”

Dika: “Waalaikumsalam”

Melsa: “Astagfirullah, ada orang toh kirain nggak ada. Untung nggak copot jantung gw.”

Dika: “Lah kok sampai segitunya sambil istigfar segala. Kan emang ada orang disini, mangkanya lain waktu tu liat dulu sekitar ada orang apa nggak. Biar nggak kaget lagi.”

Melsa: “Iya ya. Ngapain lo disini? Lagi mojok ya?”

Dika: “Nggak lah kami cuman bercerita-cerita aja kok nggak lebih”.

Melsa: “Oooohhhhhh”

Dika: “Mana Dita? Ini aku bawain pesanan kalian”.

Melsa: “Pesanan apa?” tanya Melsa yang merasa bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Dika, karna jujur dia memang nggak tau apa-apa yang dibicarain sama teman-temannya ke Dika dan apa janji mereka.

Dalam pikiran Melsa dia jadi kembali mengingat kejadian 4 hari yang lalu dimana semua teman-teman basketnya pergi bersenang-senang tanpa dirinya. Tetapi dia masih berpikir positif aja. Mungkin dia aja yang baperan atau emang ada yang menjanggal yang dirasakannya. Tetapi pikirannya itu terganggu.

Dika: “Liat aja sendiri!” (sambil menyerahkan sebuah kandang)

Melsa: Dengan ragu-ragu menerima kandang tersebut dan membukanya. Alangkah terkejutnya dirinya saat melihat apa isi dari kandang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah hewan yang paling dia takutkan.” Aaahhhhg kucing, jauh-jauh dari gw”. Teriaknya sambil hampir melemparkan kucing beserta kandangnya.

Dika: “Heh hati-hati! nanti dia bisa kesakitan. Kenapa sih pakai teriak-teriak segala. Lebay deh.” sambil mendekat ke Melsa.

Melsa: “Jangan dekat-dekat lo sama gw”. Sambil dia bergerak mundur.

Timbul ide jahil dari Dika untuk ngerjain Melsa. Dika semakin gencar buat ngerjain Melsa sampai-sampai keluarlah kata-kata Melsa yang membuat Dika ngambek secara tiba-tiba karna Melsa reflek mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.

Dika: “Ini harus dibilang ke Dita biar lebih seru”. kata Dika sambil tertawa

Melsa: ” Awas aja lo dekatin kucing itu ke gw. Gw bilang sama yang lain kalo lo mojok disini”.

Dika: “Jangan lah, kami kan cuman ngobrol aja disini”. Sambil menjauhkan kucing itu dan dia mitak tolong ke Melsa untuk menjaga kucingnya sampai Dita datang dan dia mulai siap-siap pergi menyusul ceweknya yang udah duluan pergi. “Tolong jagain ya sampai Dita datang”.

Melsa: “Iya ya, kalo gw nggak takut. Taro aja disitu”.

Dika: “Ya”.

Tetapi saat Melsa siap-siap mau buka pintu sambil main hp tiba-tiba saja…

Dika: “Hah” sambil menyodorkan kucing ke Melsa.

Melsa: Melsa yang sudah merasa kesal akhirnya mulai ngerjain balik Dika dengan pura-pura vn kepada grup khusus sahabat-sahabatnya. “Hay guys ternyata si Dika mojok guys“. Sambil pura-pura mengirimnya.

Tiba-tiba aja Dika berbalik dan bilang.

Dika: “Ya udah aku keluar dari grup basket”. Bilangnya dengan mimik wajah yang kesal.

Melsa: “Ya kok gitu? kan orang cuman becanda kok malah bawa-bawa organisasi?”.

Dika: ” Ya karna sama saja”.

Melsa: ” Ya kok malah lo yang ngambek sih seharusnya kita kan satu sama karna sama-sama becanda?”. Karna Melsa nggak mau masalahnya tambah runyam dia merendahkan egonya buat mintak maaf terlebih dahulu sama Dika. ” Ya aku salah aku mintak maaf, lagian yang aku kirim bukan vn itu kok”.

Tapi Dika malah langsung pergi sambil berkata: ” Tolong jagain dulu nanti aku kesini lagi”.

Dalam pikiran Melsa ” Lah kok malah bawa-bawa organisasi kan ini urusan pribadi”. Dengan berharap masalah ini akan cepat kelar jadi, Melsa segera ngechat Dita dan langsung bilang semua kejadiannya. Tapi yang didapat hanyalah sebuah sindiran dan peringatan kalo Dika itu adalah generasi selanjutnya dari basket jadi untuk itu jangan menyinggungnya kata Dita dan Anita.

Saat mereka berdua datang ke ruang ganti mereka malah ikut-ikutan mendiamkan dan mengabaikan Melsa. Sampai ada sebuah kata yang keluar dari mulut Dita yang membuat hati Melsa juga merasa sakit dengan sindirannya yang lagi chatingan juga dengan Dika.

Dita: “Nanti ke sekre kan Dik?”

Dika: “Nggak”

Dita: “Oohh. Kok gitu?. Apa karna kamu bertengkar sama Melsa makanya kamu nggak datang?”

Kata-kata yang menurut Melsa sangat Amat menyakitkan, karna dengan secara tidak langsung itu sudah bikin dia merasa tersinggung karna apa? Karna dengan kata itu juga Dika mengatakan kalo dengan adanya Melsa di tempat latihan maka dia nggak akan datang. Karna tersulut emosi akhirnya Melsa langsung menchat pribadi Dika buat mintak maaf sekaligus berterimakasih kepadanya. Karna sudah memperlihatkan topeng seseorang dan langsung memblokir kontak dari Dika.

Dengan peristiwa ini lengkap sudah kecurigaan Melsa terhadap sahabat-sahabatnya itu. Kecurigaan tentang hubungan pertemanan yang nggak baik dan kalo ternyata dia tak pernah dianggap lagi dalam pertemanan itu, ditambah lagi dengan beberapa bulan belakangan ini dia selalu nggak diajak untuk bermusyawarah dan berbagai kegiatan yang dibuat oleh teman-temannya.

Pada saat itulah Melsa bertekad untuk kembali ke setelan lamanya yaitu menjadi pribadi yang cuek, dingin dan tidak tersentuh lagi.

Terimakasih sudah membaca cerita ini, bagi teman-teman pembaca yang menyukai cerita ini harap tinggalkan jejaknya dengan cara like dan share ke teman-teman lainya. Disini penulis mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *