
LPM Al-Itqan – Wakil Dekan III FUAD menyampaikan pentingnya organisasi dan batas antara internal eksternal kampus. Hal ini disampaikan ketika memberikan arahan serta membuka acara Latihan Kepemimpinan Madya (LKM) yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Nurlizam menjelaskan urgensi kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mencetak generasi pemimpin yang kompeten dalam ormawa, “Kita berharap mahasiswa yang hari ini ikut dalam Latihan Kepemimpinan Madya ini adalah mahasiswa yang betul-betul telah siap untuk melanjutkan estafet kepengurusan atau kepemimpinan organisasi kemahasiswaan” ujarnya.
Berangkat dari hal tersebut Wadek III tersebut menjelaskan tugas sebagai mahasiswa tidak hanya sekedar belajar dan terfokus pada akademik saja, tetapi harus mampu mengembangkan dirinya, “Tetapi juga peduli peran-peran sosial, kita juga memiliki peran-peran kemasyarakatan dan peran-peran pengabdian” tegasnya.
Ia menegaskan dalam rangka mencapai peran-peran tersebut, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menjadi sentral dalam pengembangan untuk menunjang peran sosial. Ia menekankan mahasiswa yang hebat adalah yang mampu mengambil peran tersebut, “Mahasiswa yang hebat itu adalah mahasiswa yang bisa memainkan peran-peran strategis ketika mereka berada di kampus.” tambahnya.
“Maka kalau kita melihat orang orang yang sukses baik dalam karir, dalam kerja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat, apalagi dalam kehidupan berpolitik, mereka adalah orang-orang yang ketika kuliah, tidak hanya kutu buku saja, hanya sibuk dengan tugas-tugas perkuliahan saja, tetapi mereka mengambil peran-peran strategis, di samping mereka sukses dalam studinya, mereka juga sukses dalam berorganisasinya” ungkapnya.
Beliau juga menekankan pergerakan mahasiswa bukan hanya sekedar di kampus saja, tapi harus bisa masuk ke masyarakat, dan salah satu caranya dengan gabung organisasi ekstra kampus. Meskipun demikian beliau memperingatkan mahasiswa tentang posisinya dalam internal kampus, “Jangan jadikan keterlibatan kita dalam organisasi ekstra kampus itu justru akan menjadi penyebab terjadinya berbagai persoalan-persoalan di kampus ini” tegasnya.
Beliau sangat berharap mahasiswa yang tergabung di eksternal tidak terlelap dengan eksternalnya, tetapi tetap memahami posisinya sebagai mahasiswa di dalam kampus, dan mengantisipasi supaya jangan sampai terjadi kekacauan dalam kampus karena organisasi eksternal tersebut.
“Tetapi jadikanlah organisasi ekstra kampus sebagai fastabiqul khairat dan yang utama ketika kita berada di kampus ini adalah bagaimana kita mengaktifkan dan menghidupkan organisasi intra kmapus ini, baik HMPS, DEMA, SEMA, kemudian ada UKM, UKK. Karena inilah wadah yang resmi ada di kampus ini” harapnya.
Penulis: Elgi Kurniawan
![]()

